SpongeBob SquarePants

Hello friends

Showing posts with label pertumbuhan dan perkembangan. Show all posts
Showing posts with label pertumbuhan dan perkembangan. Show all posts

Tuesday, June 26, 2018

FAKTOR EKSTERNAL YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN

FAKTOR EKSTERNAL yakni faktor luar yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuh tumbuhan.
1) NUTRISI
2) CAHAYA
3) SUHU
4) KELEMBAPAN
5) AIR

NUTRISI
Nutrisi atau zat makanan diperlukan tumbuhan sebagai energi dan sumber materi untuk sintesis berbagai komponen sel yang diperlukan selama pertumbuhan. Unsur-unsur yang diperlukan oleh tumbuhan dalam jumlah relatif besar disebut unsur makro (makroelemen) yaitu : C, O, H, N, S, P, K,Ca, Mg. Unsur-unsur yang diperlukan oleh tumbuhan dalam jumlah kecil disebut unsur mikro (mikroelemen) yaitu: Fe, Cl, Cu, Mn, Zn, Mo, B, Ni. Jika kebutuhan salah satu unsur tersebut tidak dipenuhi, proses metabolisme tubuh tumbuhan akan terhambat, dan hal tersebut akan mempengaruhi pertumbuhan.
Unsur-unsur di atas dapat diuraikan sebagai berikut :
Nitrogen (N) merupakan komponen struktural protein, asam nukleat, hormon , dan enzim.
Kalium (K) berfungsi untuk mengatur keseimbangan ion didalam sel serta merupakan kofactor enzim dan berperan di dalam metabolisme karbohidrat.
Fosfor (P) merupakan penyusun fosfolipid asam nukleat dan ATP (adenosin triposfat).
Sulfur (S) merupakan komponen asam amino, sistein, metionin, dan beberapa vitamin.
Magnesium (Mg) merupakan penyusun klorofil dan kofactor beberapa enzim.
Kalsium (Ca) berfungsi untuk mempertahankan permeabilitas membran plasma dan menyusun asam pekat dalam lamela tengah.
Besi (Fe) berperan dalam pembentukan klorofil dan merupakan bagian terpenting dari enzim sitokrom, periaksidase dan katalase.
Boron (B) belum diketahui fungsinya secara jelas, diduga berperan dalam transpor glukosa.
Mangan (Mn) merupakan kofactor enzim pernapasan, fotosintesis, dan metabolisme nitrogen.
Seng (Zn) berperan dalam sintesis asam amino serta merupakan oktivator enzim dehidroginase.
Tembaga (Cu) berperan dalam transfer elektron di dalam kloroplas dan merupakan bagian dari enzim reaksi oksidasi-reduksi.
Molibdenum (Mo) merupakan bagian dari enzim pereduksi nitrat dan fiksasi nitrogen.

CAHAYA
Cahaya merupakan faktor yang menghambat pertumbuhan karena dapat menyebabkan translokasi (perpindahan lokasi) hormon auksin. Hal ini dapat dibuktikan dengan menempatkan dua pot kecambah, yang satu disimpan ditempat yang gelap dan yang lain ditempat yang terang atau banyak cahaya. Dalam beberapa hari kecambah di tempat gelap lebih cepat tumbuh dengan ruas-ruas yang panjang, tetapi keadaannya lemah. Pertumbuhan yang cepat di tempat gelap disebut etiolasi.
Gambar: perbandingan perkecambahan (a) tempat terang dan (b) tempat gelap, dalam beberapa hari.


SUHU
Pada umumnya tumbuhan membutuhkan suhu tertentu untuk tumbuh dan berkembang dengan baik, yang disebut suhu optimum. Suhu paling rendah yang masih memungkinkan tumbuhan untuk tumbuh disebut suhu minimum, sedangkan suhu paling tinggi disebut suhu maksimum. Setiap tumbuhan mempunyai suhu minimum, optimum dan maksimum yang berbeda-beda. Keberadaan suhu ini berhubungan dengan kerja enzim. Jika suhu terlalu tinggi /terlalu rendah maka enzim akan rusak.

Perbandingan Suhu
  • SUHU MINIMUM : Suhu terendah dimana tumbuhan masih dapat tumbuh. Daerah tropis 10°c, suptopis 5°c.
  • SUHU MAKSIMUM : Suhu tertinggi dimana tumbuhan masih dapat tumbuh. Adalah 40°c.
  • SUHU OPTIMUM : Suhu yang paling sesuai bagi pertumbuhan tumbuhan, yaitu 20°c – 37°c.


KELEMBAPAN
Kelembapan udara dan tanah sangat berpengaruh dalam proses pertumbuhan. Kelembapan udara mempengaruhi proses penguapan air yang berkaitan dengan penyerapan unsur hara. Jika kelembapan udara rendah, penguapan akan besar sehingga penyerapan unsur hara pun makin banyak. Hal ini dapat memacu pertumbuhan. Kelembapan tanah bergantung pada kandungan organik di dalamnya. Makin tinggi kandungan organik dalam tanah, makin banyak pula jumlah air yang dapat diikat. Beberapa tumbuhan yang berkembang biak secara generatif, memerlukan kelembapan lebih rendah sehingga tumbuhan tersebut berbunga pada awal musim kemarau.
AIR
Tanpa air tumbuhan tidak akan tumbuh. Air termasuk senyawa utama yang sangat dibutuhkan tumbuhan. Air berfungsi antara lain untuk fotosintesis, mengaktifkan reaksi enzimatik, menjaga kelembapan, dan membantu perkecambahan bijj. Tanpa air reaksi kimia dalam sel tidak akan berlangsung sehingga mengakibatkan tumbuhan mati. Oleh karena itu , siramilah tanaman di pekarangan rumah secara teratur dengan air secukupnya.
GAMBAR Struktur Daun

 

 Gambar Struktur Lapisan Akar

Semoga tulisan ini dapat bermanfaat, Love You My Viewers.
Baca juga : PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN -ILMU BIOLOGI

Sunday, June 24, 2018

Hasil Eksperimen Pengaruh Intensitas Cahaya Terhadap Kecepatan Pertumbuhan Tumbuhan


Hasil Eksperimen
Pengaruh Intensitas Cahaya Terhadap Kecepatan Pertumbuhan Tumbuhan

Tujuan : Membandingkan kecepatan tumbuh tanaman di tempat yang berbeda intensitas cahayanya.
Hipotesis : 
  • Cahaya dapat mempengaruhi pertumbuhan biji kacang hijau
  • Cahaya dapat menghambat pertumbuhan biji kacang hijau
Alat dan bahan:
  • 2 gelas plastik bekas
  • 2 gumpalan tanah hitam
  • 10 biji kacang hijau
  • air bersih
  • kertas
  • mistar
  • alat tulis
Cara Kerja :
  1. Biji kacang hijau direndam dengan air bersih selama 12 jam
  2. Sediakan 2 gelas plastik bekas air mineral
  3. Gumpalan tanah yang telah dibasahi air, dimasukan ke dalam masing-masing gelas bekas air mineral dengan volume yang sama
  4. Setiap gelas ditandai dengan A sebagai tempat terang dan B sebagai tempat gelap
  5. 5 Biji kacang hijau dimasukan pada tiap-tiap gelas, dan ditandai dengan nomor urut 1-5 di dinding luar gelas
  6. gelas A ditempatkan di tempat terang dan gelas B ditempatkan di tempat gelap
  7. Setiap hari biji-biji kacang hijau disiram dengan air secukupnya
  8. Biji kacang hijau diamati dan diukur pertambahan panjagn/ tingginya dan ditulis/ dicatat pada tabel laporan, tiap hari pada waktu yang sama selama 6 hari



Pertanyaan : Pertumbuhan yang cepat terjadi pada kelompok?
Hasil Eksperimen
Tabel Laporan Hasil Pengamatan


Data disajikan dalam grafik




Jawaban terhadap pertanyaan :
Pertumbuhan yang sangat cepat terjadi pada kelompok B yakni di tempat gelap, daripada kelompok A. Hal ini disebabkan oleh cahaya yang dapat menyebabkan translokasi hormon atau dapat mengurangi hormon pertumbuhan (hormon auksin).

Kesimpulan:
Tumbuhan yang berada di tempat gelap mengalami pertumbuhan lebih cepat dari pada tumbuhan yang berada di tempat terang atau yang banyak cahaya matahari. hal ini terjadi karena cahaya matahari dapat mengurangi hormon pertumbuhanyaitu hormon auksin, sehingga tumbuhan yang berada ditempat terang menjadi sangat lambat. dalam beberapa hari kecambah di tempat gelap lebih cepat tumbuh dengan ruas-ruas yang panjang, tetapi keadaannya lemah. Pertumbuhan yang cepat di tempat gelap ini disebut etiolasi. Warna  daun tumbuhan di tempat gelap tampak pucat dibandingkan warna daun pada tumbuhan di tempat terang. warna daun di tempat gelap berwarna hijau pucat, sedangkan warna daun tumbuhan di tempat terang berwarna hijau cerah. Hal ini menunjukkan, tumbuhan ditempat gelap kekurangan zat hijau daun (klorofil), kekurangan klorofil berarti tumbuhan kekurangan nutrisi, yaitu unsur magnesium (Mg).

Semoga tulisan ini dapat bermanfaat yah, Love You My Viewers.

Hormon Yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan


ILMU BIOLOGI
Hormon- hormon yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan

  • Hormon Auksin
  • Hormon Sitokinin
  • Hormon Giberelin
  • Asam Absitat
  • Gas Etilen


HORMON
PENGARUH
TEMPAT PRODUKSI
Auksin
Misalnya : IAA
Mendorong pemanjangan batang, pertumuhan akar, diferensiasi sel dan percabangan, pertumbuhan buah, dominansi apical, fototropisme, dan geotropisme.
Dihasilkan pada embrio dalam biji, meristem batang dan daun-daun muda
Sitokinin
Misalnya: zeatin
Mempengaruhi pertumbuhan akar dan diferensiasi akar, mendorong pembelahan, pertumuhan sel, perkecambahan dan pembangunan, menghambat penuaan
Disintesis pada akar dan diangkut ke organ lain
Giberelin
Misalnya : GA3
Mendorong perkembangan biji dan tunas, pemanjangan batang, pertumbuhan daun, pembungaan, dan perkembangan buah, mempengaruhi pertumbuhan dan diferensiasi akar
Diproduksi dalam meristem akar, daun muda, dan embrio.
Asam Absitat
Menghambat pertumbuhan, menutup stomata selama kekurangan air, menunda pertumbuhan (dormansi)
Disintesis pada daun, batang, buah dan biji.
Gas Etilen
Mendorong  pemasakan buah, menyebabkan batang bumbuh menjadi tebal
Diproduksi di jaringan buah masak, ditunas batang, dan di daun tua.

Semoga bermanfaat, Love You My Viewers
Artikel terkait : Pertumbuhan dan Perkembangan http://stevanimanuhutu.blogspot.com/2018/06/ilmu-biologi-pertumbuhan-dan.html

Ilmu Biologi -Pertumbuhan dan Perkembangan

ILMU BIOLOGI
Petumbuhan dan Perkembangan
Pengertian pertumbuhan dan perkembangan
Pertumbuhan adalah proses pertambahan volume yang bersifat irreversible.
Perkembangan adalah proses terjadinya pembelahan sel berdasarkan gizi yang terserap menjadi struktur dan fungsi tertentu. Perkembangan bersifat reversible.

Pertumbuhan adalah suatu proses biologis yang mengakibatkan terjadinya perubahan berat, tinggi, panjang, dimana bersifat kuantitatif/ireversibel. Yang artinya pertumbuhan dapat dinominalkankan atau diukur dan dapat dipresentasikan dalam suatu angka.
Pertumbuhan pada S/sigmaid
Vase awal/pertumbuhan lawban
Vase log
Vase perlambatan
Vase stasioner
Pertumbuhan terbagi 2 yaitu:
Pertumbuhan primer dan sekunder.
Pertumbuhan primer yakni bertambah panjang/tinggi dan terdapat pada jaringan meristem, pada ujung akar dan ujung batang. Contoh: pohon bambu bertambah tinggi karena mengalami pertumbuhan primer.
Pertumbuhan sekunder yakni bertambah besar yang terjadi pada jaringan kambium. Hal ini dipengaruhi oleh meristem lateral. Contoh: pohon mangga mengalami pertumbuhan primer (akar mangga memanjang dll) dan sekunder (ukuran diameter batang pohon membesar).

Perkembangan adalah proses menuju kedewasaan, yakni
Proses secara generatif (kawin) yakni memerlukan alat kelamin (seksual). Contoh: pada bunga terjadi penyerbukan/ fertilisasi. Fertilisasi pada bunga dapat menghasilkan buah ataupun berupa biji.
Gambar : skema penyerbukan pada bunga

Secara vegetatif (tidak kawin) yakni tidak membutuhkan alat kelamin artinya zeagonal tidak ada (aseksual). Contoh : stek, cangkok. Dll.
Dalam pembahasan ini , dilakukan pengamatan terhadap eksperimen perkecambahan kacang hijau.
Gambar > Perkecambahan Kacang Hijau

Macam-macam perkecambahan yaitu
EPIGAEL (perkecambahan di atas tanah) yakni apabila perbentangan ruas batang dibawah daun lembaga /hipokotil sehingga mengakibatkan daun lembaga dan kotiledon terangkat ke atas tanah. Contoh pada kacang hijau (phaseolus radiatus) , buncis, jarak.
Gambar: Perkecambahan di atas tanah

HIPOGAEL (perkecambahan di dalam tanah) yakni apabila terjadi pembentangan ruas, batang teratas (epikotil) sehingga daun lembaga ikut tertarik ke atas tanah, tetapi kotiledon tetap di dalam tanah. Contoh pada biji kacang kapri (pisum sativum) , jagung, kacang tanah.
Gambar : Perkecambahan di dalam tanah
Biji mengalami perkecambahan karena adanya faktor-faktor yang mempengaruhi yaitu:
  • Faktor eksternal (dari luar)
  • faktor internal (dari dalam)
Faktor eksternal yakni
  1. nutrisi
  2. cahaya
  3. air
  4. kelembapan/ suhu
  5. pH, dll
Faktor internal yakni
  • Hereditas yaitu kegiatan genetis yang dialami organisme dalam rangka untuk mewariskan sifat kepada keturunannya melalui proses perkembangbiakan.
  • Hormon (fitohormon), yang berfungsi sebagai zat pengatur sebagaimana hormon pada hewan dan manusia.
Macam-macam hormon, antara lain:
  • Auksin, berfungsi untuk mengacu perpanjangan sel daerah belakang meristem, terbagi: auksin a (terdapat pada urin hewan dan manusia), dan auksin b (terdapat pada minyak kecambah jagung). 
Senyawa auksin dapat dibuat secara sintesis yaitu : asam indole asetat, asam indole buritat dan asam Naftalen asetat. Fungsi Asetat yakni:
  1. Merangsang pembelahan, perpanjangan, dan diferensiasi sel-sel pada daerahtitik tumbuh,
  2. menghambat pembentukan tunas
  3. merangsang pembentukan bunga dan buah.
  • Giberelin, ditemukan oleh F. Kurasawa (1926) yang diperoleh dari jenis jamur Gibberella Fujikuroi, parasit pada tanaman padi. Giberela ini berpengaruh pada pembelahan dan pemanjangan sel tumbuhan. Giberelin mampu mempercepat pertumbuhan tinggi tumbuhan dan mempercepat pertumbuhan buah.
  • Sitokinin, berfungsi merangsang pembeklahan sel (sitokinesis) yang banyak berpengaruh pada pertumbuhan akardan tunas. Sitokinin diperoleh dari ragi, santan kelapa, ekstak buah apel dan dari materi tumbuhan lainnya. Sitokinin berperan dalam pengontrolan, hampir semua fase pertumbuhan yang bekerjasama dengan auksin.
  • Etilen, merupakan hormon pengontrol pertumbuhan pada tumbuhan yang mempengaruhi pematangan buah. Contoh peristiwa, sebuah apel matang disimpan bersamaan dengan apel yang belum matang akan mempercepat pematangan apel lainnya tersebut, karena apel yang sudah matang banyak mengandung etilen yang dapat menguap.
  • Asam Absitat (ABA), menghambat pertumbuhan (dormansi) serta memacu pengguguran daun, bunga dan buah.
  • Hormon luka/ Asam traumalin, yakni merangsang sel-sel daerah luka memjadi bersifat meristematik sehingga mampu mengadakan penutupan bagian tumbuh yang luka.
  • Kalin, berfungsi mengatur pertumbuhan organ tumbuhan. misalnya: Rizokalin mengatur pembentukan akar, Kaulokalin mengatur pertumbuhan batang, Filokalin mengatur pertumbuhan daun, Antokalin mengatur pembentukan bunga.
  • Florigen, berfungsi mengatur pertumbuhan bunga.
Artikel terkait : Pertumbuhan dan Perkembangan http://stevanimanuhutu.blogspot.com/2018/06/hormon-yang-mempengaruhi-pertumbuhan.html
Hasil Eksperimen Pengamatan Tentang Pengaruh Intensitas Cahay terhadap Pertumbuhan http://stevanimanuhutu.blogspot.com/2018/06/hasil-eksperimen-pengaruh-intensitas.html

Semoga tulisan ini dapat bermanfaat, Love You My Viewers

Experimen
Tujuan : mengamati experimen tentang pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan tumbuhan!